Pojok Relegi
Perbuatan tanpa Doa adalah Hampa
Selamat datang & Berinteraksi
-----o0o-----
YA TUHAN Berikan aku KETENANGAN,
untuk menerima hal-hal YANG TIDAK DAPAT AKU UBAH,
KEBERANIAN untuk melakukan
hal-hal YANG DAPAT AKU UBAH,
dan KEBIJAKSANAAN untuk mengetahui
PERBEDAANNYA
( GOD grant me SERENITY to accept not change COURAGE to Change the things I Can, and WISDOM to know the diffrence)
untuk menerima hal-hal YANG TIDAK DAPAT AKU UBAH,
KEBERANIAN untuk melakukan
hal-hal YANG DAPAT AKU UBAH,
dan KEBIJAKSANAAN untuk mengetahui
PERBEDAANNYA
( GOD grant me SERENITY to accept not change COURAGE to Change the things I Can, and WISDOM to know the diffrence)



7 Comments:
silahkan berikan saran kritik, opini,wacana seputar organisasi, IT, dan Politik dan pengalaman kehidupan anda Sehari-hari anda disini...sekali lagi kami ucapakan Selamat berinteraksi
DOA DALAM PERJALANAN-1
KATOLIK-CATHOLIC
------------------------
In the name of Father, the Son and the Holy Spirit. Amen
Long ago You save the children of Israel who crossed the sea with dry feet. And three wise kings from the East received Your command with the guidance of a star. We beg You. Bless us with a safe trip, with good weather. Bless us with the guidance from your angels, so that crew of this aircraft will lead us to our destination safely. We also hope that our family remain happy and peaceful until we land safely.
Blessed be Your name, now and forever. Amen. in the name of the Father, the Son and the Holy spirit. Amen
translater:
Demi nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, Amin
Dahulu kala Engkau pernah menyelamatkan anak-anak Israel yang menyeberangi laut dengan kaki kering, Dan tiga raja Budiman dari sebelah timur telah Engkau tunjukan jalan kepada-MU dengan bimbingan bintang yang ajaib.
kami mohon kepada-MU:
Karuniakan kami suatu perjalanan yang selamat, dengan cuaca yang bagus dan menyenangkan. Berilah supaya dengan bimbingan malaikat-malaikat-Mu yang kudus, awak pesawat terbang ini mengantarkan kami mencapai tujuan perjalanan kami dengan selamat. Kami mohon juga agar keluarga yang kami tinggalkan. Engkau hibur dalam rasa damai, sampai kami akhirnya boleh mendarat dengan aman di tempat tujuan.
Terpujilah nama-MUu, sekarang dan selamanya. Amin
Demi nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, Amin
DOA SIAPAKAH YANG LEBIH TERKABUL?
----------------------------------
Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat.
Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke
sebuah pulau kecil yang gersang.
Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun,
mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali
berdoa kepada Tuhan.
Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat
untuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah. Dan mereka tinggal
sendiri-sendiri berseberangan di sisi-sisi pulau tersebut.
Doa pertama yang mereka panjatkan. Mereka memohon agar diturunkan
makanan. Esok harinya, lelaki ke satu melihat sebuah pohon penuh
dengan buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya.
Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.
Seminggu kemudian, lelaki yang ke satu merasa kesepian dan memutuskan
untuk berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan harinya,
ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah
seorang wanita yang berenang dan terdampar di sisi tempat lelaki ke
satu itu tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap
saja tidak ada apa-apanya.
Segera saja, lelaki ke satu ini berdoa memohon rumah, pakaian, dan
makanan. Keesokan harinya, seperti keajaiban saja, semua yang
diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak
mendapatkan apa-apa.
Akhirnya, lelaki ke satu ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya
dapat meninggalkan pulau itu. Pagi harinya mereka menemukan sebuah
kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki ke satu dan
istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap untuk berlayar meninggalkan
pulau itu. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan lelaki ke dua yang
tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya, memang lelaki kedua itu tidak
pantas menerima pemberian Tuhan karena doa-doanya tak terkabulkan.
Begitu kapal siap berangkat, lelaki ke satu ini mendengar suara dari
langit menggema, "Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada
di sisi lain pulau ini?"
"Berkahku hanyalah milikku sendiri, karena hanya doakulah yang
dikabulkan," jawab lelaki ke satu ini. "Doa lelaki temanku itu tak
satupun dikabulkan. Maka, ia tak pantas mendapatkan apa-apa."
"Kau salah!" suara itu membentak membahana. "Tahukah kau bahwa
rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan, semua doanya terkabulkan.
Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa."
"Katakan padaku," tanya lelaki ke satu itu. "Doa macam apa yang ia
panjatkan sehingga aku harus merasa berhutang atas semua ini padanya?"
"Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan!"
Kesombongan macam apakah yang membuat kita menganggap bahwa hanya
harapan dan doa-doa kita yang terkabulkan? Betapa banyak orang yang
tidak mengorbankan sesuatu demi keberhasilan kita. Tak selayaknya kita
mengabaikan peran orang lain.
bersyukurlah selagi kau mampu untuk bersyukur
----------------------------
Sering kita bertanya pada diri kita sendiri:
Kenapa kita harus mengalami kesulitan sementara orang lain bisa senang
Kenapa kita harus bekerja keras sampai harus lembur sementara orang lain sudah pulang ke rumah
Kenapa kita selalu menjadi karyawan sementara orang lain bisa jadi usahawan sukses
Kenapa kita harus berhujan-hujan naik angkutan umum sementara orang lain merasa nyaman di kendaraan pribadinya
Tapi pernahkah kita bertanya:
Adakah orang lain yang lebih susah daripada kita malah tidak pernah tahu apa yg namanya senang
Adakah orang lain yang tidak punya pekerjaan sampai sekali sampai rela bekerja apapun
Adakah orang yang bahkan untuk naik angkutan umum saja tidak mampu bayar
Kenapa kita selalu melihat ke atas, dan tidak pernah melihat ke bawah?
Kenapa saat kita susah kita menyalahkan Tuhan, tetapi kepada saat senang kita lupa pada Tuhan?
Kenapa kita selalu komplain, tapi tidak pernah bersyukur?
Jawabannya tidak ada di buku mana pun, tidak ada di siapa pun, tapi di hati kita sendiri... bersyukurlah selagi kau mampu untuk bersyukur....
sebelum segalanya terlambat dan diambil darimu.
MUJIZAT NATAL
-------------
Kisah nyata ini terjadi di malam Natal pada saat perang dunia ke-satu
di
tahun 1914, tepatnya di front perang bagian barat di Eropa. Pada saat
tersebut tentara Perancis, Inggris dan Jerman saling baku tembak satu
dengan yang lain. Di malam Natal yang dingin dan gelap begini, hampir
setiap
prajurit merasa sudah bosan dan muak untuk berperang, apalagi telah
berbulan
– bulan mereka meninggalkan rumah mereka, jauh dari istri, anak maupun
orang
tuanya.
Pada malam Natal biasanya mereka selalu berkumpul bersama dengan
seluruh
anggota keluarganya masing-masing, makan bersama, bahkan menyanyi
bersama di
bawah pohon terang di hadapan tungku api yang hangat.
Berbeda dengan malam Natal yang sekarang ini, di mana cuaca di luar
sangat
dingin sekali dan saljupun turun dengan lebatnya, mereka bukannya
berada di
antara anggota keluarga yang mereka kasihi, melainkan berada di hadapan
musuh perang mereka yang setiap saat bersedia untuk menembak mati siapa
saja
yang bergerak.
Tiada hadiah yang menunggu selainnya peluru dari senapan musuh, bahkan
persediaan makananpun sudah berkurang jauh, sehingga hari inipun
hampir
seharian penuh mereka belum makan. Pakaianpun basah kuyup karena
turunnya
salju. Biasanya mereka berada di lingkungan suasana yang hangat dan
bersih,
tetapi kali ini mereka berada di dalam lubang parit, seperti layaknya
seekor
tikus, boro-boro bisa mandi dan berpakaian bersih, tempat di mana
mereka
berada sekarang inipun basah, becek penuh dengan lumpur. Mereka
menggigil
kedinginan. Rasanya tiada keinginan yang lebih besar pada saat ini
selainnya
rasa damai untuk bisa berkumpul kembali dengan orang-orang yang mereka
kasihi.
Seorang tentara sedang merintih kesakitan karena barusan saja terkena
tembakan, sedangkan tentara lainnya menggigil kedinginan, bahkan
pimpinan
mereka yang biasanya keras dan tegas entah kenapa pada malam ini
kelihatannya sangat sedih sekali, terlihat air matanya turun
berlinang,
rupanya ia teringat akan istri dan bayinya yang baru berusia enam
bulan.
Kapankah perang ini akan berakhir ? Kapankah mereka akan bisa pulang
kembali
ke rumahnya masing-masing ? Kapankah mereka bisa memeluk lagi orang –
orang
yang mereka kasihi ? Dan masih merupakan satu pertanyaan besar pula,
apakah
mereka bisa pulang dengan selamat dan berkumpul kembali dengan istri
dan
anak - anaknya ? Entahlah...
Tidak sepatah katapun terdengar. Suasana malam yang gelap dan dingin
terasa
hening dan sepi sekali, masing-masing teringat dan memikirkan
keluarganya
sendiri. Selama berjam-jam mereka duduk membisu seperti demikian.
Tiba-tiba dari arah depan di front Jerman, ada cahaya kecil yang timbul
dan
bergoyang, cahaya tersebut kelihatan semakin nyata. Rupanya ada seorang
prajurit Jerman yang telah membuat pohon Natal kecil yang diangkat ke
atas
dari parit tempat persembunyian mereka, sehingga nampak oleh seluruh
prajurit di front tersebut.
Pada saat yang bersamaan terdengar alunan lembut suara lagu “Stille
Nacht,
heilige Nacht" (Malam Kudus), yang pada awalnya hanya sayup-sayup
kedengarannya, tetapi semakin lama lagu yang dinyanyikan tersebut
semakin
jelas dan semakin keras terdengar, sehingga membuat para pendengarnya
merinding dan merasa pilu karena teringat akan anggota keluarganya yang
berada jauh dari medan perang ini.
Ternyata seorang prajurit Jerman yang bernama Sprink yang menyanyikan
lagu
tersebut dengan suara yang sangat indah, bersih, dan merdu. Prajurit
Sprink
tersebut sebelumnya ia dikirim ke medan perang adalah seorang penyanyi
tenor
opera yang terkenal. Rupanya suasana keheningan dan gelapnya malam
Natal
tersebut telah mendorong dia untuk melepaskan emosinya dengan
menyanyikan
lagu tersebut, walaupun ia mengetahui dengan menyanyikan lagu
tersebut,
prajurit musuh bisa mengetahui tempat di mana mereka berada.
Ia bukan hanya sekedar menyanyi dalam tempat persembunyiannya saja, ia
berdiri tegak, tidak membungkuk lagi, bahkan ia naik ke atas sehingga
dapat
terlihat dengan nyata oleh semua musuh - musuhnya. Melalui nyanyian
tersebut
ia ingin membawakan kabar gembira sambil mengingatkan kembali makna
dari
Natal ini, ialah untuk berbagi rasa damai dan kasih. Untuk ini ia
bersedia
mengorbankan jiwanya, ia bersedia mati ditembak oleh musuhnya. Tetapi
apa
yang terjadi, apakah ia ditembak mati ?
Tidak! Entah kenapa seakan-akan ada mukjizat yang terjadi, sebab pada
saat
yang bersamaan semua prajurit yang ada di situ, satu demi satu turut
keluar
dari tempat persembunyiannya masing-masing, dan mereka mulai
menyanyikannya
bersama. Bahkan seorang tentara Inggris musuh beratnya Jerman, turut
mengiringi mereka menyanyi sambil meniup dua peniup bagpipes (alat
musik
Skotlandia) yang dibawanya khusus ke medan perang. Dengan perasaan
terharu
mereka turut menyanyikan lagu Malam Kudus. Hujan air mata tak dapat
dibendung. Air mata dari mereka yang berada jauh dari orangtua, anak,
calon
istri, kakak, adik, dan sahabat mereka.
Yang tadinya lawan sekarang menjadi kawan, sambil saling berpelukan
mereka
menyanyikan bersama lagu Malam Kudus dalam bahasanya masing - masing,
di
sinilah rasa damai dan sukacita benar - benar terjadi. Setelah itu,
mereka
meneruskan menyanyi bersama dengan lagu Adeste Fideles (Hai Mari
Berhimpun),
mereka berhimpun bersama, tidak ada lagi perbedaan pangkat, derajat,
usia
maupun bangsa, bahkan perasaan bermusuhanpun hilang dengan sendirinya.
Mereka berhimpun bersama dengan musuh mereka yang seyogianya harus
saling
tembak, membunuh satu dengan yang lain, tetapi entah kenapa dalam
suasana
Natal tersebut mereka ternyata bisa berkumpul dan menyembah bersama
kelahiran-Nya Sang Juru Selamat. Rupanya inilah mukjizat Natal yang
benar -
benar bisa membawa suasana damai di malam yang suci.
Saya berharap melalui tulisan ini dapat membagikan rasa kasih dan
damai
kepada rekan - rekan dan para pembaca budiman, serta mengajak kita
semua
untuk merenungkan kembali makna Natal yang sebenarnya.
Apabila ternyata masih ada luka batin yang belum sembuh, marilah kita
mengambil kesempatan di akhir tahun ini untuk saling memaafkan dan
mendoakan satu dengan yang lain, dan biarlah damai bertahta di hati
kita.
Dan robohkanlah tembok pemisah diantara kita; entah itu berupa agama,
etnis,
kedudukan, harta maupun pendidikan.
Selamat Hari Natal untuk para pembaca dan rekan – rekan yang budiman
ARTI NATAL
---------------
Satu minggu sebelum Natal, saya kedatangan tamu. Begini ceritanya, saya sedang bersiap-siap untuk tidur ketika terdengar suara berisik di ruang tamu. saya membuka pintu kamar dan saya amat terkejut, sinterklas tiba-tiba muncul dari balik pohon natal.
Sinterklas tidak tampak gembira seperti biasanya malahan saya pikir saya melihat airmata disudut matanya."Apa yang sedang anda lakukan?" saya bertanya." Saya datang untuk mengingatkan kamu... AJARILAH ANAK-ANAK!" kata Sinterklas. Saya menjadi bingung apa yang dimaksudkannya?
Kemudian dengan satu gerak cepat Sinterklas memungut sebuah tas mainan dari balik pohon. Sementara saya berdiri dengan bingung, Sinterklas berkata,"Ajarilah anak-anak! Ajarilah mereka arti Natal yang sebenarnya, arti yang sekarang ini telah dilupakan oleh banyak anak".
Sinterklas merogoh kedalam tasnya dan mengeluarkan sebuah POHON NATAL mini "Ajarilah anak-anak bahwa pohon cemara senantiasa hijau sepanjang tahun, melambangkan harapan abadi seluruh umat manusia, semua ujung daunnya mengarah keatas, mengingatkan kita bahwa segala pikiran kita di masa Natal hanya terarah pada surga."
Kemudian ia memasukan tangannya kedalam tas dan mengeluarkan sebuah BINTANG cemerlang "Ajarilah anak-anak bahwa bintang adalah tanda Surgawi akan janji Allah berabad-abad yang silam. Tuhan menjanjikan seorang Penyelamat bagi dunia, dan bintang adalah tanda bahwa Tuhan menepati janji-Nya."
Ia memasukkan tangannya lagi kedalam tasnya dan mengeluarkan sebatang LILIN "Ajarilah anak-anak bahwa KRISTUS adalah terang dunia, dan ketika kita melihat terang lilin, Kita diingatkan kepada-Nya yang telah mengusir kegelapan"
Sekali lagi ia memasukkan tangannya ke dalam tasnya, mengeluarkan sebuah LINGKARAN lalu memasangnya di pohon natal,"Ajarilah anak-anak bahwa lingkaran melambangkan Cinta Sejati yang tak akan pernah berhenti. Cinta adalah kasih sayang yang terus-menerus tidak hanya saat Natal, tetapi sepanjang tahun."
Kemudian dari tasnya ia mengeluarkan hiasan SINTERKLAS." Ajarilah anak-anak bahwa saya, Sinterklas, melambangkan kemurahan hati dan segala niat baik yang Kita rasakan sepanjang bulan Desember."
Selanjutnya ia mengeluarkan sebuah HADIAH dan berkata, "Ajarilah anak-anak bahwa Tuhan demikian mengasihi umatNya sehingga Ia memberikan AnakNya yang Tunggal...." "Terpujilah Allah atas hadiah-Nya yang demikian mengagumkan itu. Ajarilah anak-anak bahwa para majus datang menyembah Sang Bayi Kudus dan mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Hendaklah kita memberi dengan semangat yang sama dengan para majus."
Sinterklas kemudian mengambil tasnya, memungut sebatang PERMEN coklat berbentuk tongkat dan menggantungkannya di pohon Natal. "Ajarilah anak-anak bahwa batangan permen ini melambangkan para gembala. Sekali waktu seekor domba berkelana pergi meninggalkan kawanannya dan tersesat maka gembala datang dan menuntun mereka kembali. Batang permen ini mengingatkan kita bahwa kita adalah penjaga saudara-saudara kita, sekali waktu orang-orang yang telah lama pergi meninggalkan gereja membutuhkan pertolongan untuk kembali ke pangkuan Gereja. Selayaknyalah kita berdaya supaya untuk menjadi gembala-gembala yang baik dan menuntun mereka pulang kerumah."
Ia memasukan tangannya lagi kedalam tas dan mengeluarkan sebuah boneka MALAIKAT." Ajarilah anak-anak bahwa para malaikatlah yang mewartakan kabar sukacita kelahiran Sang Penyelamat. Para malaikat itu bernyanyi,"Kemuliaan bagi Allah di surga dan damai di bumi bagi manusia." Sama seperti para malaikat di Betlehem, kita patut mewartakan kabar gembira tersebut kepada keluarga dan teman-teman: Immanuel - Tuhan beserta Kita!
Sekarang Sinterklas kelihatan gembira. Ia memandang saya dan saya melihat matanya telah bersinar kembali. ia berkata,"Ingat, ajarilah anak-anak arti Natal yang sebenarnya. Jangan menjadikan saya pusat perhatian karena saya hanyalah hamba dari dia yang adalah arti Natal yang sebenarnya - Immanuel -Tuhan beserta kita. Kemudian, secepat datangnya, Sinterklas tiba-tiba pergi.
Dan seperti biasa - Sinterklas telah datang untuk membawa hadiah bagi saya dan anak-anak saya - suatu hadiah yang luar biasa. Sinterklas telah membantu saya mengingat kembali arti Natalyang sebenarnya - dan arti kedatangan Yesus ke dunia. Dan saya tahu, bagi saya dan anak-anak,Natal ini akan menjadi Natal yang terindah - karena IMMANUEL ~ Tuhan beserta Kita! Amin.
NANTi
---------
Tidak bisa dipungkiri, sudah merupakan tabiat dari kebanyakan manusia untuk selalu menangguhkan berbagai macam hal dengan 1001 macam alasan. Pokoknya "Nanti' atau "Besok" yang penting tidak sekarang, karena merasa saatnya belum tiba ataupun belum tepat ataupun juga merasa belum pantes.
Kebanyakan dari kita selalu berandai-andai dengan kata NANTI; misalnya seandainya nanti saya sudah pensiun, maka saya akan pergi berlibur jauh ataupun menyediakan lebih banyak waktu untuk keluarga. Nanti kalau sudah memiliki banyak uang ditabungan; saya akan melakukan Umroh. Nanti kalau sudah punya banyak waktu luang saya akan memulai dengan olahraga.
Dengan adanya sindrom NANTI ini, kita akhirnya tidak bisa menikmati hidup ini, karena selalu diundur dan dipagari oleh kata nanti. Kita akhirnya baru sadar bahwa kata nanti inilah yang sebenarnya menghambat anda untuk bisa menikmati hidup ini. Percayalah apabila masa hidup anda hanya tinggal 30 hari lagi, maka kata nanti ini sudah tidak akan gunanya lagi, karena sudah terlambat.
Kebanyakan manusia ingin hidup dalam zone aman, sehingga tidak berani mengambil risiko untuk melakukannya sekarang pada saat ini. Karena merasa belum memiliki uang tabungan yang memadai sehingga anda tidak berani pergi berlibur jauh dengan keluarga. Karena merasa belum memiliki banyak waktu sehingga kita lebih senang mengorbankan waktu kita untuk perusahaan maupun pekerjaan.
Padahal waktu sekarang ini merupakan kado atau anugerah untuk dinikmati sekarang juga bukannya untuk nanti hari esok oleh sebab itulah dalam bahasa Inggris kata sekarang ini disebut sebagai Present atau Hadiah. Sedangkan waktu kemarin sudah merupakan hari yang telah terlewati atau hanya sekedar sejarah di dalam kehidupan kita. Sedangkan untuk hari esok; kita masih belum tahu. Hal inilah yang diucapkan oleh Eleanor Roosevelt: "Yesterday is History - Tomorrow is a Mystery - Today is a Gift; That is why it is called the Present"
Hidup ini untuk dinikmati bukannya untuk dinantikan, jadi apabila ada hal yang sudah lama anda dambakan dan ingin pula anda lakukan, maka lakukanlah sekarang. Jangan sampai diundur ataupun dibatalkan dengan kata "NANTI". Percayalah masa hidup kita ini sangat singkat. Nikmatilah Hidup ini sebelum Hidup Menikmati Anda !
Pekerjaan anda bisa menunggu. Namun Umur anda takkan kembali. Waktu adalah anak panah yang melesat kencang. Anda tidak mungkin mampu menghentikan atau melambatkannya. Selama waktu tersisa, tak perlu ragu untuk menikmati kehadiran anda di bumi ini, jadi jangan mau dihambat ataupun diperbudak lagi oleh kata NANTI.
Jadikanlah hari NANTI ini jadi sekarang, lakukanlah apa yang sudah lama anda idam-idamkan dan inginkan tanpa haru menunggu hari nanti lagi, melainkan Do it Now sebelumnya terlambat dan tidak ada hari nanti lagi.
Apakah Anda tahu bahwa setiap orang Harus Mati, tetapi tidak setiap orang Bisa Hidup !
Post a Comment
<< Home